DAFTAR ISI
Seiring bertambahnya usia, nafsu makan dapat menurun sehingga lansia berisiko tidak mendapatkan energi dan zat gizi yang cukup.
Perubahan kemampuan mengecap dan mencium makanan, kondisi kesehatan tertentu, obat-obatan, hingga masalah pada gigi dan mulut dapat berkontribusi terhadap penurunan nafsu makan.
Jika sulit memenuhi kebutuhan nutrisi dari makanan, susu dapat menjadi salah satu pilihan tambahan dalam pola makan lansia. Namun, pemilihan susu pun perlu diperhatikan.
Saat memilih susu untuk lansia, perhatikan rasa, kandungan nutrisi, bahan tambahan, serta kadar gula dan natrium. Berikut adalah 5 tips memilih susu untuk lansia yang susah makan:
1. Pilih Susu dengan Rasa yang Enak dan Tidak Eneg
Seiring bertambahnya usia, nafsu makan dapat menurun karena berbagai faktor.
Salah satu yang dapat terjadi adalah penurunan indra penciuman dan pengecapan, sehingga aroma dan rasa makanan atau minuman terasa lebih hambar.
Cita rasa yang enak serta tidak membuat eneg penting bagi lansia yang cenderung lebih memilah makanan atau minuman.
2. Utamakan Protein untuk Mendukung Massa Otot
Massa otot dapat mengalami penurunan seiring bertambahnya usia, terutama pada lansia.
Orang yang jarang melakukan aktivitas fisik atau olahraga mengalami lebih banyak penyusutan otot. Jika penurunan massa dan kekuatan otot berlebihan, kondisi ini berkaitan dengan sarkopenia.
Protein merupakan zat gizi penting untuk mempertahankan jaringan tubuh, termasuk jaringan otot. Karena itu, kandungan protein dapat menjadi salah satu pertimbangan saat memilih susu untuk lansia.
3. Tinggi Kalsium untuk Mendukung Kesehatan Tulang
Selain otot, tulang juga mengalami penurunan fungsi dan kepadatan seiring dengan bertambahnya usia.
Asupan kalsium yang cukup merupakan salah satu bagian penting dari pola makan untuk mendukung kesehatan tulang.
Susu sapi menjadi salah satu minuman dengan kandungan kalsium yang tinggi dan memiliki berbagai nutrisi lainnya seperti fosfor dan kalium.
4. Mengandung Bahan Herbal Alami
Ada banyak produk susu yang dijual di pasaran. Salah satu yang bisa menjadi pilihan adalah susu herbal, yakni formulasi susu sapi dengan campuran herbal seperti jahe, temulawak, dan kunyit.
Bahan herbal seperti jahe, temulawak, dan kunyit telah lama digunakan dalam berbagai pangan dan minuman tradisional.
Berbagai senyawa bioaktif dalam bahan herbal tersebut juga telah diteliti karena potensinya bagi kesehatan, meskipun bukti mengenai manfaat spesifiknya pada manusia masih terus berkembang.
5. Perhatikan Kadar Gula dan Natrium
Sebagian lansia memiliki kondisi tertentu yang membuat mereka perlu memperhatikan asupan gula dan natrium.
Jika asupan gula atau natrium tidak dikontrol, maka dapat memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi penderita penyakit seperti diabetes atau hipertensi.
Dengan demikian, lansia perlu memperhatikan komposisi gula dan natrium yang terkandung dalam sebuah produk susu.
Rekomendasi Susu untuk Lansia yang Susah Makan
Memilih susu untuk lansia yang susah makan perlu mempertimbangkan beberapa hal, seperti kemudahan konsumsi, rasa, kandungan protein, kalsium, bahan tambahan, serta kadar gula dan natrium.
Susu herbal seperti Ostofit dapat menjadi salah satu pilihan bagi lansia yang ingin mengonsumsi susu dengan tambahan bahan herbal.
Ostofit berbahan dasar susu sapi dan tersedia dalam beberapa varian dengan karakteristik komposisi yang berbeda. Sesuaikan dengan kebutuhan Anda.
1. Ostofit Original
- Formulasi Ekstrak Herbal Alami
- Kaya Protein (22.60%)
- Tinggi Kalsium (747.43 mg/100g)
- Tinggi Kalium (870.61 mg/100g)
2. Ostofit Parvia
- Formulasi Utama Ekstrak Pare
- Gula Rendah (9.99%)
- Mengandung Serat Pangan (3.76%)
- Natrium Terkontrol (138.00 mg/100g)
3. Ostofit Morigo
- Formulasi Utama Ekstrak Daun Kelor
- Serat Pangan Tertinggi (7.58%)
- Rendah Laktosa (0.71%)
- Rendah Natrium (81.09 mg/100g) & Kolesterol (1.21 mg/100g)
*Catatan: Data di atas berdasarkan uji laboratorium
Untuk lansia yang mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan nutrisi dari makanan, Ostofit dapat dikonsumsi sebagai minuman tambahan dalam pola makan sehari-hari.
Namun, susu bukan pengganti makanan utama dan sebaiknya dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan bergizi.
Ingin tahu Ostofit lebih lanjut? Lihat Semua Varian Ostofit
FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Susu untuk Lansia
1. Susu apa yang cocok untuk lansia yang susah makan?
Susu yang cocok untuk lansia yang susah makan adalah susu yang memenuhi beberapa kriteria:
- Rasanya enak dan tidak membuat eneg
- Mengandung protein dan kalsium yang memadai
- Kandungan gula dan natrium yang rendah
- Mengandung bahan alami yang mudah diterima tubuh, seperti herbal.
Susu herbal seperti Ostofit bisa menjadi salah satu alternatif yang patut dipertimbangkan.
2. Apakah susu herbal aman untuk lansia?
Secara umum, susu herbal yang diformulasikan dengan baik dan terdaftar di BPOM dapat menjadi pilihan untuk lansia.
Namun, setiap lansia memiliki kondisi kesehatan yang berbeda. Jika lansia memiliki penyakit tertentu sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum memilih jenis susu tertentu.
3. Berapa kali sehari lansia boleh minum susu?
Frekuensi minum susu pada lansia bisa berbeda-beda, tergantung kebutuhan nutrisi dan kondisi kesehatan.
Secara umum, susu dapat diminum 1-2 kali sehari sebagai tambahan pola makan sehat.
4. Apakah susu bisa menggantikan makanan utama untuk lansia?
Tidak. Susu sebaiknya dikonsumsi sebagai minuman tambahan dalam pola makan sehari-hari, bukan pengganti makanan utama.
Lansia tetap perlu mengonsumsi makanan padat gizi (nasi, lauk, sayur, buah) sesuai kemampuan makan dan anjuran dokter atau ahli gizi.
