DAFTAR ISI
Jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman rimpang yang banyak digunakan sebagai bumbu masakan maupun bahan minuman tradisional di Indonesia.
Selain kegunaan kulinernya, rempah ini telah lama digunakan dalam pengobatan tradisional karena mengandung berbagai senyawa bioaktif yang telah diteliti terkait aktivitas antioksidan dan proses peradangan.
Sejumlah penelitian juga telah mengevaluasi penggunaan jahe pada keluhan nyeri dan radang sendi. Namun, hasil penelitian masih beragam dan manfaatnya dapat berbeda berdasarkan jenis ekstrak, dosis, bentuk sediaan, serta kondisi yang diteliti.
Apa Kata Penelitian?
Penelitian mengenai jahe untuk nyeri dan radang sendi menunjukkan hasil yang beragam.
Efek yang dilaporkan bergantung pada jenis kondisi radang sendi, bentuk sediaan (seduhan, bubuk, ekstrak terstandar), serta dosis dan durasi.
Karena itu, rempah ini lebih tepat diposisikan sebagai pelengkap yang mendukung gejala pada sebagian orang, bukan pengganti diagnosis atau terapi medis
Jahe untuk Pengapuran Sendi
Pengapuran sendi (Osteoartritis) merupakan kondisi ketika jaringan dan struktur di dalam sendi mengalami perubahan secara bertahap. Risikonya meningkat seiring bertambahnya usia.
Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri, kaku, dan keterbatasan gerak, terutama pada sendi yang sering menahan beban seperti lutut.
Berikut adalah beberapa penelitian yang menjelaskan potensi jahe untuk pengapuran sendi:
- Sebuah uji klinis tahun 2001 pada pasien osteoartritis lutut menemukan bahwa ekstrak jahe yang sangat terkonsentrasi dan distandardisasi dapat membantu mengurangi gejala nyeri sendi.
- Sebuah meta-analisis yang menggabungkan lima uji klinis dengan total 593 pasien menemukan adanya penurunan nyeri dan gangguan fungsi pada kelompok yang mengonsumsi jahe.
Artinya, hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya potensi, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa tanaman obat ini dapat digunakan sebagai pengobatan utama osteoartritis.
Jahe untuk Rheumatoid Arthritis
Rheumatoid arthritis (RA) adalah penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh sendiri, termasuk lapisan sendi.
Rheumatoid arthritis sering disebut “rematik” oleh masyarakat Indonesia, meskipun istilah rematik sebenarnya digunakan secara lebih luas untuk berbagai keluhan atau penyakit yang berkaitan dengan sendi dan jaringan di sekitarnya.
Penelitian yang berkaitan dengan rheumatoid arthritis masih terbatas, namun beberapa menemukan hasil yang potensial:
- Salah satu penelitian pada tahun 2002 dilakukan pada hewan dan mengevaluasi pengaruh ekstrak jahe terhadap beberapa penanda yang berkaitan dengan proses peradangan.
- Beberapa penelitian pada manusia juga telah mengevaluasi konsumsi pada penderita RA.
Misalnya, sebuah uji terkontrol selama 12 minggu menggunakan 1.500 mg jahe per hari menemukan adanya perubahan pada beberapa penanda yang berkaitan dengan regulasi sistem imun dan proses peradangan.
Meski demikian, penelitian tersebut masih terbatas. Hasilnya tidak berarti rempah beraroma khas ini dapat menggantikan obat rheumatoid arthritis yang diresepkan oleh dokter.
Bagaimana Cara Mengonsumsinya?
Tanaman obat ini dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk, antara lain:
- Seduhan minuman
- Bubuk instan
- Kapsul atau suplemen
- Ekstrak dalam produk makanan atau minuman
Namun, jumlah dan bentuk jahe yang digunakan dalam penelitian klinis dapat berbeda dengan jumlah yang diperoleh dari makanan atau minuman sehari-hari.
Karena itu, manfaat dari suatu ekstrak dalam penelitian tidak dapat langsung disamakan dengan konsumsi dalam jumlah biasa.
Hal yang sama berlaku untuk produk minuman yang mengandung ekstrak jahe.
Kandungan ekstrak dalam suatu produk perlu dilihat berdasarkan komposisi dan jumlah yang tercantum pada label, bukan berdasarkan hasil penelitian pada ekstrak tertentu.
Risiko dan Efek Samping
Jahe umumnya dapat dikonsumsi sebagai bagian dari makanan dan minuman. Namun, konsumsi dalam jumlah besar atau dalam bentuk yang lebih terkonsentrasi dapat menyebabkan efek samping pada sebagian orang.
Keluhan yang dapat muncul antara lain:
- Mual
- Kembung
- Sering buang gas
- Rasa panas di dada atau mulas
- Diare pada sebagian orang
Risiko keluhan tersebut dapat meningkat ketika dikonsumsi dalam bentuk atau dosis yang lebih terkonsentrasi.
Bila Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menggunakan obat secara rutin, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi tanaman obat ini dalam dosis tertentu.
Susu Herbal dengan Kandungan Jahe sebagai Pelengkap Nutrisi
Susu herbal dapat menjadi pilihan minuman tambahan untuk melengkapi asupan nutrisi sehari-hari.
Beberapa produk mengombinasikan susu dengan bahan herbal seperti jahe dan kunyit.
Ostofit merupakan salah satu susu herbal yang mengombinasikan nutrisi dari susu sapi dan ekstrak herbal.
Tersedia tiga varian Ostofit yang memiliki ekstrak jahe sebagai kandungan utamanya, yaitu Original, Parvia, dan Morigo.
Bukan Obat, tetapi Pelengkap
Penelitian mengenai jahe menunjukkan adanya potensi manfaat pada beberapa kondisi, terutama terkait keluhan radang sendi seperti nyeri hingga kekakuan.
Namun, bukti yang tersedia masih memiliki keterbatasan dan hasilnya tidak selalu konsisten.
Selain itu, jenis, bentuk ekstrak, dosis, dan lama penggunaan dalam penelitian dapat berbeda dengan jahe yang dikonsumsi sebagai makanan atau minuman sehari-hari.
Karena itu, rimpang ini lebih tepat diposisikan sebagai bahan pelengkap yang mungkin membantu mengurangi keluhan pada sebagian orang, bukan sebagai pengganti diagnosis atau terapi medis.
Jika nyeri sendi menetap, semakin berat, menyebabkan keterbatasan gerak, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan tenaga kesehatan tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang sesuai.
Pertanyaan Umum yang Sering Diajukan
Apakah bisa membantu nyeri sendi?
Beberapa penelitian menunjukkan potensi jahe dalam membantu mengurangi nyeri pada kondisi tertentu, terutama osteoartritis.
Namun, hasil penelitian belum sepenuhnya konsisten sehingga herbal ini tidak dapat dianggap sebagai pengobatan utama untuk nyeri sendi.
Apakah baik untuk pengapuran lutut?
Penelitian pada osteoartritis lutut menunjukkan adanya potensi manfaat dari beberapa ekstrak jahe terhadap nyeri.
Namun, bukti yang tersedia masih terbatas dan hasil penelitian tidak dapat langsung disamakan dengan konsumsi biasa.
Apakah bisa menyembuhkan rematik atau rheumatoid arthritis?
Belum ada bukti yang cukup untuk menyatakan bahwa jahe dapat menyembuhkan rheumatoid arthritis.
Beberapa penelitian pada manusia menunjukkan perubahan pada sejumlah penanda peradangan, tetapi herbal ini tidak menggantikan pengobatan medis untuk rheumatoid arthritis.
Apakah dapat menggantikan obat radang sendi?
Tidak. Jahe tidak seharusnya digunakan sebagai pengganti obat atau penanganan medis yang telah direkomendasikan oleh dokter.
Penulis: Tim Edukasi Ostofit
Terakhir diperbarui: 16 September 2026
Disclaimer: Konten ini disusun berdasarkan referensi medis terpercaya untuk tujuan edukasi, bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan.
