DAFTAR ISI
Pare merupakan tanaman herbal yang sering dikaitkan dengan diabetes karena kandungan senyawa bioaktifnya yang berpotensi memengaruhi kadar gula darah.
Beberapa senyawa dalam pare yang banyak diteliti adalah polipeptida-P (polypeptide-P), karantin (charantin), dan visin (vicine).
Sejumlah penelitian telah mengkaji potensi pare untuk membantu mengontrol kadar gula darah. Namun, hasil penelitian pada manusia masih beragam sehingga manfaatnya untuk penderita diabetes belum dapat dipastikan.
Apakah Pare Bisa Menyembuhkan Diabetes?
Diabetes merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah. Kondisi ini dapat terjadi ketika tubuh tidak menghasilkan cukup insulin atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Pare mengandung senyawa bioaktif yang telah diteliti karena kemungkinan pengaruhnya terhadap metabolisme glukosa. Namun, mekanisme kerjanya pada manusia belum sepenuhnya dipahami, dan efeknya belum terbukti konsisten dalam penelitian klinis.
Karena itu, pare tidak dapat dianggap sebagai cara untuk menyembuhkan diabetes atau obat diabetes meskipun memiliki potensi terkait pengaruhnya terhadap gula darah.
Apakah Pare Bisa Membantu Menurunkan Gula Darah?
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak pare berpotensi memengaruhi respons gula darah. Namun, hasil tersebut tidak berarti pare pasti dapat menurunkan gula darah pada setiap penderita diabetes.
Efeknya dapat berbeda bergantung pada kondisi kesehatan seseorang, bentuk pare yang dikonsumsi, dosis, serta lama penggunaannya.
Pare yang dikonsumsi sebagai sayuran juga tidak dapat disamakan dengan ekstrak pare yang digunakan dalam penelitian.
Apa Kata Penelitian tentang Pare untuk Diabetes Tipe 2?
Sebuah uji klinis acak menemukan bahwa suplemen pare (Momordica charantia) 2.000 mg per hari selama tiga bulan menurunkan HbA1c, gula darah dua jam setelah makan, berat badan, BMI, persentase lemak tubuh, dan lingkar pinggang pada penderita diabetes tipe 2. Studi tersebut juga melaporkan peningkatan sekresi insulin.
Uji klinis lain membandingkan pare dengan obat metformin pada pasien diabetes tipe 2 yang baru didiagnosis. Pare dosis 2.000 mg per hari menurunkan kadar fruktosamin secara signifikan setelah empat minggu, tetapi efeknya masih lebih kecil dibandingkan metformin 1.000 mg per hari.
Temuan ini menunjukkan potensi pare dalam membantu menurunkan gula darah, tetapi hasilnya belum konsisten antarpenelitian. Sebuah meta-analisis terhadap sembilan uji klinis acak dengan 414 peserta tidak menemukan efek pare yang signifikan dibandingkan plasebo terhadap gula darah puasa maupun HbA1c.
Oleh karena itu, hasil penelitian pada ekstrak pare tidak dapat langsung disamakan dengan asupan pare dalam makanan atau produk ekstrak pare yang berbeda dosis dan bentuknya. Diperlukan penelitian lebih besar dan lebih lama untuk memastikan manfaat serta keamanan pare bagi penderita diabetes.
Apakah Pare Aman untuk Penderita Diabetes?
Pare dapat dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan yang beragam dan seimbang. Namun, keamanan konsumsinya bergantung pada jumlah dan bentuknya.
Penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat penurun gula darah sebaiknya berkonsultasi dengan dokter karena konsumsi pare dapat meningkatkan risiko gula darah terlalu rendah.
Keamanan pare dalam bentuk suplemen juga belum diteliti secara memadai. Konsultasikan kepada tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi pare dalam jumlah atau bentuk tertentu.
Ibu hamil sebaiknya menghindari produk ekstrak pare karena bukti keamanannya pada kehamilan tidak memadai. Anak juga sebaiknya tidak mengonsumsi ekstrak pare tanpa arahan tenaga kesehatan.
Apa Efek Samping Pare bagi Penderita Diabetes?
Efek samping yang dilaporkan terkait penggunaan pare dapat mencakup gangguan pencernaan, seperti sakit perut atau diare.
Tingkat risiko dapat berbeda bergantung pada bentuk, jumlah yang dikonsumsi, dan kondisi kesehatan seseorang.
Jika mengalami gejala gula darah rendah seperti berkeringat, gemetar, pusing, jantung berdebar, lemas, atau pingsan setelah mengonsumsi pare bersama obat diabetes, segera periksa gula darah dan hubungi tenaga kesehatan sesuai kondisi.
FAQ Seputar Manfaat Pare untuk Diabetes
Apakah pare bisa menyembuhkan diabetes?
Tidak ada bukti bahwa konsumsi pare atau produk yang mengandung pare mampu menyembuhkan diabetes.
Namun, tanaman herbal ini berpotensi memengaruhi gula darah yang mungkin dapat membantu pasien diabetes.
Apakah pare bisa menggantikan obat diabetes?
Tidak. Jangan mengganti obat diabetes atau insulin dengan pare.
Apakah pare segar sama dengan ekstrak pare?
Berbeda. Bentuk, dosis, dan kandungan zat aktif dapat berbeda.
Pare segar sebagai bagian dari makanan tidak dapat disamakan dengan ekstrak, kapsul, atau suplemen pare yang digunakan dalam penelitian.
Kapan penderita diabetes perlu berkonsultasi?
Konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakan ekstrak atau suplemen pare, terutama jika menggunakan insulin atau obat penurun gula darah.
Segera periksa gula darah dan hubungi tenaga kesehatan jika muncul gejala gula darah rendah.
Penulis: Tim Edukasi Ostofit
Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2026
Disclaimer: Konten ini disusun berdasarkan referensi medis terpercaya untuk tujuan edukasi, bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan.
