DAFTAR ISI
Susu sapi atau susu kambing sama-sama menyediakan protein, kalsium, lemak, laktosa, dan berbagai mineral. Namun, jumlah beberapa zat gizi, rasa, serta karakteristik keduanya dapat berbeda.
Dalam salah satu penelitian yang membandingkan keduanya, susu sapi memiliki kandungan protein dan kalsium sedikit lebih tinggi, sedangkan susu kambing memiliki magnesium, kalium, dan fosfor yang lebih tinggi serta laktosa yang sedikit lebih rendah.
Namun, tidak ada satu jenis susu yang otomatis lebih baik untuk semua lansia. Pilihan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi, toleransi terhadap laktosa, alergi, preferensi rasa, kondisi kesehatan, dan komposisi produk yang dikonsumsi.
Kebutuhan Gizi Lansia: Pentingnya Kalsium dan Protein
Indonesia telah memasuki fase ageing population sejak 2021, yaitu kondisi ketika proporsi penduduk lansia semakin meningkat.
Lansia membutuhkan asupan gizi yang cukup dan seimbang untuk membantu mempertahankan fungsi tubuh.
Susu dapat menjadi salah satu sumber kalsium dan protein yang baik untuk menjaga kesehatan tulang dan jaringan tubuh.
Saat memilih susu untuk lansia, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:
- Cita rasa
- Jenis susu atau bentuk produk
- Kadar kalsium dan protein
- Jumlah lemak, gula, atau natrium
- Kandungan laktosa
- Bahan tambahan dalam produk
Kebutuhan setiap lansia dapat berbeda berdasarkan pola makan, aktivitas, dan kondisi kesehatan.
Kebutuhan kalsium maupun protein juga dapat dipenuhi dari makanan lain seperti ikan, telur, daging, kacang-kacangan, sayuran, serta produk olahan susu lainnya.
Kandungan dan Karakteristik Susu Sapi vs Susu Kambing
Susu sapi atau susu kambing memiliki komponen dasar yang serupa, tetapi jumlah beberapa zat gizi dapat berbeda.
Salah satu rujukan yang dapat digunakan adalah penelitian Comparative Nutrient Profiling of Retail Goat and Cow Milk yang membandingkan kandungan keduanya yang dijual secara ritel.
Tabel Komponen Nutrisi Susu Sapi vs Susu Kambing
Catatan: Penelitian tersebut menggunakan 84 sampel susu whole yang dipasteurisasi dan dihomogenisasi dari ritel di Inggris, terdiri dari 48 sampel susu sapi dan 36 sampel susu kambing. Sampel dikumpulkan secara berkala selama satu tahun.
Hasil penelitian tersebut tidak dapat langsung digeneralisasi ke semua produk susu yang dijual di Indonesia.
Kandungan dapat dipengaruhi oleh ras, pakan, sistem pemeliharaan, proses pengolahan, lokasi, hingga musim.
Karakteristik Susu Sapi
Dalam sampel penelitian tersebut, susu sapi memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Protein lebih tinggi
- Kasein lebih tinggi
- Kalsium sedikit lebih tinggi
- Seng lebih tinggi
- Lemak total yang hampir sama
- Proporsi lemak jenuh total sedikit lebih rendah
Dari sisi rasa, susu sapi umumnya memiliki rasa yang familiar bagi banyak konsumen. Namun, karakter rasa dapat berbeda tergantung jenis dan proses pengolahan produk.
Karakteristik Susu Kambing
Dalam penelitian yang sama, susu kambing memiliki karakteristik sebagai berikut:
- Laktosa sedikit lebih rendah
- Magnesium lebih tinggi
- Kalium lebih tinggi
- Fosfor sedikit lebih tinggi
- Natrium sedikit lebih rendah
- Beberapa asam lemak tak jenuh dan fitokimia tertentu lebih tinggi
Susu kambing juga dapat memiliki aroma khas yang lebih kuat sehingga penerimaan rasanya berbeda pada setiap orang.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Selain jenis susu, kondisi kesehatan lansia dan komposisi pada produk juga penting untuk diperhatikan. Ada beberapa kondisi kesehatan yang perlu diperhatikan sebagai berikut:
Toleransi terhadap laktosa
Susu hewani dari sapi, kambing, atau pun unta, tetap mengandung laktosa.
Orang dengan intoleransi laktosa dapat mengalami keluhan seperti kembung, gas, diare, mual, atau nyeri perut setelah mengonsumsi produk yang mengandung laktosa.
Karena itu, jangan menganggap susu jenis tertentu pasti lebih cocok hanya karena kandungan laktosanya sedikit lebih rendah pada penelitian tertentu.
Alergi terhadap protein susu
Susu kambing juga tidak otomatis aman bagi orang yang alergi terhadap protein susu sapi.
Keduanya memiliki kemiripan dan dapat menyebabkan reaksi silang.
Jika memiliki riwayat alergi susu, pilihan produk sebaiknya didiskusikan dengan tenaga kesehatan.
Kandungan produk
Kandungan susu dapat berbeda antarproduk meskipun berasal dari jenis hewan yang sama.
Periksa protein, kalsium, lemak, gula, ukuran sajian, serta bahan tambahan lainnya sebelum memilih.
Memeriksa kandungan produk sangatlah penting terutama bagi lansia yang memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, hipertensi, penyakit ginjal, dan lain sebagainya.
Susu Sapi atau Susu Kambing untuk Lansia?
Tidak ada satu jenis susu yang otomatis lebih baik untuk lansia. Pilihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing.
Kapan Susu Sapi Lebih Cocok untuk Lansia?
Susu sapi dapat dipertimbangkan ketika lansia:
- Dapat mengonsumsi tanpa keluhan
- Tidak memiliki alergi terhadap protein susu hewani
- Mempertimbangkan asupan protein dan kalsium
- Menyukai rasanya
- Memilih produk dengan kandungan yang sesuai dengan kebutuhan
Dalam penelitian yang dibahas, susu sapi memiliki kandungan kalsium dan protein yang sedikit lebih tinggi dibandingkan susu kambing.
Perbedaan tersebut dapat menjadi salah satu pertimbangan, tetapi tidak berarti semua produk susu ini memiliki kandungan yang sama.
Kapan Susu Kambing Dapat Dipertimbangkan untuk Lansia?
Susu kambing dapat dipertimbangkan ketika lansia:
- Lebih menyukai rasa atau aromanya
- Ingin mencoba variasi sumber protein dan mineral
- Dapat mengonsumsinya tanpa keluhan
- Tidak memiliki alergi terhadap protein susu
Namun, susu kambing tetap mengandung laktosa dan tidak otomatis lebih mudah ditoleransi .
Susu Herbal untuk Melengkapi Asupan Nutrisi
Selain susu murni, terdapat produk minuman berbasis susu hewani yang dikombinasikan dengan bahan herbal.
Salah satu merek susu herbal adalah Ostofit, produk yang mengombinasikan susu sapi dengan herbal seperti jahe, temulawak, kunyit, hingga daun kelor.
Susu herbal dapat menjadi salah satu minuman tambahan untuk melengkapi asupan nutrisi harian pada lansia.
Cita rasa susu herbal juga lebih mudah diterima karena memiliki sensasi menghangatkan dari kandungan herbal seperti jahe.
Ostofit, misalnya, memiliki tiga varian yakni Original, Parvia, dan Morigo. Ketiganya berbeda dari segi komposisi dan kandungan nutrisi.
Sebelum memilih susu herbal, pastikan untuk memeriksa:
- Persentase susu
- Kandungan protein dan kalsium
- Gula dan total karbohidrat
- Lemak dan lemak jenuh
- Natrium
- Laktosa
- Jenis serta jumlah ekstrak herbal
- Takaran saji dan aturan konsumsi
Susu herbal bukan pengganti pola makan seimbang atau terapi medis.
Cara Memulai untuk Lansia yang Jarang Minum Susu
Agar lebih mudah diterima lansia, lakukan secara bertahap:
- Mulai dengan sekitar setengah takaran saji sesuai label
- Minum bersama makanan, bukan dalam jumlah besar saat perut kosong
- Amati keluhan selama beberapa jam setelah minum
- Jika tidak ada keluhan, tingkatkan sesuai aturan konsumsi
- Pilih produk dengan rasa yang dapat diterima lansia, rendah gula dan natrium
- Jangan mencampur susu dengan terlalu banyak gula atau pemanis
- Jika rasa susu kurang disukai, gunakan dalam bubur atau oatmeal sesuai aturan produk
FAQ Seputar Susu untuk Lansia
Apakah susu sapi lebih baik daripada susu kambing untuk lansia?
Tidak ada satu jenis susu yang otomatis lebih baik untuk semua lansia.
Pilihan bergantung pada kandungan nutrisi, toleransi tubuh, preferensi rasa, kondisi kesehatan, dan komposisi produk.
Apakah susu kambing lebih mudah dicerna daripada susu sapi?
Belum tentu. Meskipun komposisi keduanya berbeda, susu kambing tetap mengandung laktosa dan tidak otomatis lebih mudah ditoleransi oleh lansia.
Apakah susu kambing bebas laktosa?
Tidak. Susu kambing tetap mengandung laktosa sehingga orang dengan intoleransi laktosa masih dapat mengalami keluhan setelah mengonsumsinya.
Apakah susu kambing aman untuk orang yang alergi susu sapi?
Tidak otomatis. Protein susu kambing memiliki kemiripan dengan protein susu sapi dan dapat menimbulkan reaksi silang pada sebagian orang yang memiliki alergi.
Apakah lansia harus minum susu untuk memenuhi kebutuhan kalsium?
Tidak. Susu merupakan salah satu sumber kalsium dan protein.
Kebutuhan nutrisi juga dapat dipenuhi dari berbagai jenis makanan seperti ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah-buahan.
Kesimpulan
Susu sapi dan susu kambing sama-sama dapat menjadi bagian dari pola makan lansia. Keduanya memiliki protein, kalsium, lemak, laktosa, dan mineral, tetapi jumlah beberapa zat gizi dapat berbeda.
Dalam penelitian yang dibahas, susu sapi memiliki kandungan protein dan kalsium sedikit lebih tinggi, sedangkan susu kambing memiliki beberapa mineral lebih tinggi dan kandungan laktosa yang sedikit lebih rendah.
Pada akhirnya, pilihan tidak cukup ditentukan oleh jenis susu. Toleransi tubuh, alergi, preferensi rasa, kebutuhan nutrisi, kondisi kesehatan, dan komposisi produk yang sebenarnya dikonsumsi juga perlu menjadi pertimbangan.
Penulis: Tim Edukasi Ostofit
Terakhir diperbarui: 21 September 2026
Disclaimer: Konten ini disusun berdasarkan referensi medis terpercaya untuk tujuan edukasi, bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan.
