Susu Herbal untuk Lansia: Manfaat, Cara Minum, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Seorang ibu rumah tangga sedang duduk di dalam rumah dan meminum susu herbal.

Susu dapat menjadi salah satu sumber protein dan kalsium dalam pola makan lansia. Terdapat berbagai olahan susu, salah satunya susu herbal.

Susu herbal adalah minuman susu yang dipadukan dengan bahan alami atau tanaman herbal. Susu jenis ini dapat menjadi salah satu pilihan minuman praktis untuk membantu memenuhi nutrisi harian lansia.

Apakah Lansia Boleh Minum Susu Herbal?

Susu herbal umumnya dapat dikonsumsi lansia karena mengandung susu dan ekstrak tanaman herbal seperti jahe, kunyit, temulawak, hingga sereh.

Namun, lansia dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu memperhatikan komposisi produk, terutama kandungan gula, natrium, lemak, dan laktosa.

Jika lansia memiliki alergi terhadap protein susu hewani atau bahan herbal tertentu, dan memiliki penyakit tertentu, atau sedang mengonsumsi obat rutin, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.

Karakteristik dan Potensi Manfaat Susu Herbal bagi Lansia

Susu dengan kandungan herbal memiliki karakteristik dan manfaat sebaga berikut:

1. Memiliki Rasa Khas Minuman Herbal

Produk susu ini mengandung rempah seperti jahe dan kunyit yang memberikan cita rasa khas seperti jamu atau minuman herbal.

Bagi lansia yang menyukai rasa rempah, karakteristik ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih minuman.

2. Membantu Mencukupi Nutrisi Harian

Kebutuhan kalsium pada lansia dapat meningkat, dan susu dapat menjadi salah satu sumber kalsium dan protein dalam pola makan lansia.

Kalsium merupakan mineral penting untuk menjaga kesehatan tulang, sementara protein berperan dalam mempertahankan massa dan fungsi otot.

Seiring bertambahnya usia, penting untuk memperhatikan asupan nutrisi dan faktor risiko yang berkaitan dengan kesehatan tulang, termasuk osteoporosis pada lansia.

3. Mengandung Herbal yang Kaya Antioksidan

Produk minuman susu ini mengandung ekstrak herbal tertentu seperti jahe, temulawak, kunyit, pare, hingga daun kelor.

Bahan-bahan tersebut telah menjadi objek penelitian karena kandungan senyawa bioaktif dan potensi aktivitas antioksidannya.

Baca juga: 8 Kandungan Herbal dalam Susu Ostofit dan Potensi Manfaatnya Berdasarkan Penelitian

4. Praktis sebagai Alternatif Minuman Herbal

Lansia yang biasa menyeduh herbal satu per satu, seperti membuat minuman jahe, dapat memilih susu dengan kandungan herbal sebagai alternatif yang lebih praktis.

Kandungan rempah sudah tercampur dalam satu produk, sehingga tidak perlu menyiapkan bahan secara terpisah.

Bagaimana Cara yang Tepat Minum Susu Herbal untuk Lansia?

Susu jenis ini dapat dikonsumsi sesuai takaran yang tertera pada kemasan.

Waktu konsumsi dapat disesuaikan dengan kebiasaan lansia, misalnya pada pagi hari atau malam hari.

Jangan mengganti makanan utama dengan susu. Susu dapat menjadi pelengkap, bukan pengganti asupan makanan bergizi sehari-hari.

Apakah Dapat Menyembuhkan Penyakit Tertentu?

Susu herbal bukan obat dan tidak dapat menyembuhkan penyakit tertentu.

Susu ini dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian sebagai bagian dari pola makan seimbang. Namun, produk ini tidak menggantikan diagnosis, obat, atau pengobatan yang direkomendasikan dokter.

Beberapa bahan herbal seperti jahe memang telah diteliti terkait aktivitas antiinflamasi dan antioksidan.

Namun, hasil penelitian pada bahan herbal tidak dapat langsung disamakan dengan manfaat produk susu herbal yang mengandung bahan tersebut.

Apakah Semua Lansia Boleh Minum Susu Herbal?

Susu herbal dapat dikonsumsi lansia yang tidak memiliki alergi terhadap protein susu hewani atau bahan herbal tertentu.

Namun, lansia juga tetap perlu memperhatikan kandungan gula, natrium, lemak, dan laktosa, terutama jika memiliki kondisi kesehatan seperti diabetes atau hipertensi.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Susu Herbal

Sebelum memilih susu herbal, pastikan beberapa hal berikut ini:

1. Izin Edar BPOM

Pastikan produk susu yang Anda beli sudah terdaftar di BPOM dan memiliki izin edar yang dapat dicek melalui database BPOM.

2. Sertifikasi Halal

Sertifikasi halal juga penting untuk mengetahui bahwa produk minuman yang Anda beli telah sesuai cara produksi dan bahannya sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Salah satu susu herbal yang telah mengantongi sertifikasi halal dan izin edar BPOM adalah Ostofit. Ostofit memiliki berbagai varian seperti Original, Parvia, Morigo, dan Nutrimeal.

3. Kandungan gula, natrium, lemak, dan laktosa

Perhatikan kandungan gula, natrium, lemak, dan laktosa pada label.

Kebutuhan dan batasan setiap lansia dapat berbeda, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau mengikuti anjuran diet dari tenaga kesehatan.

FAQ Seputar Susu Herbal untuk Lansia

Berikut beberapa pertanyaan yang sering muncul seputar konsumsi susu herbal bagi lansia.

Apakah susu herbal aman untuk lansia?

Umumnya aman jika dikonsumsi sesuai aturan pakai dan tidak ada alergi atau kondisi kesehatan tertentu.

Lansia dengan penyakit kronis sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi.

Apakah bisa diminum setiap hari?

Bisa, selama sesuai takaran pada kemasan dan tidak ada larangan dari dokter. Perhatikan juga total asupan gula, natrium, dan kalori harian.

Kapan waktu terbaik minum susu herbal?

Tidak ada waktu yang wajib. Susu herbal dapat diminum pagi atau malam sesuai kebiasaan dan kenyamanan tubuh.

Apakah bisa menggantikan makanan utama?

Tidak. Susu ini dapat membantu melengkapi asupan nutrisi, tetapi bukan pengganti makanan utama yang seimbang.

Apakah bisa menyembuhkan asam urat atau diabetes?

Tidak. Susu dengan kandungan herbal bukan obat dan tidak dapat menyembuhkan asam urat, diabetes, atau penyakit lain.

Lansia dengan kondisi tersebut sebaiknya tetap mengikuti pengobatan dan konsultasi dokter.

Kesimpulan

Susu herbal dapat menjadi salah satu pilihan minuman bagi lansia untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian, terutama bagi yang ingin minuman dengan cita rasa herbal yang lebih kaya.

Namun, susu yang mengandung herbal bukanlah obat dan tidak dapat menyembuhkan penyakit tertentu.

Perhatikan komposisi, kandungan gula, natrium, lemak, dan laktosa, serta konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi bila lansia memiliki kondisi kesehatan tertentu.

Penulis: Tim Edukasi Ostofit
Terakhir diperbarui: 5 Oktober 2026
Disclaimer: Konten ini disusun berdasarkan referensi medis terpercaya untuk tujuan edukasi, bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan.