DAFTAR ISI
Penderita kolesterol tinggi umumnya dianjurkan membatasi makanan atau minuman yang tinggi lemak jenuh karena dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat atau LDL.
Kadar LDL yang tinggi dapat meningkatkan risiko penumpukan plak di pembuluh darah, penyakit jantung, hingga stroke.
Karena itu, susu sapi atau produk susu sering dipertanyakan pengaruhnya terhadap kadar kolesterol karena mengandung lemak jenuh.
Namun, apakah susu sapi meningkatkan kolesterol dan risiko penyakit jantung? Apakah penderita kolesterol tinggi tidak boleh minum susu sapi?
Benarkah Susu Mengandung Lemak Jenuh yang Tinggi?
Susu sapi mengandung lemak, termasuk lemak jenuh, dengan jumlah yang dapat berbeda tergantung jenis susu dan produk olahannya.
Kandungan lemak pada susu sapi juga dipengaruhi oleh jenis sapi, pakan, lingkungan, hingga jenis produk olahan susu.
Baca juga: 5 Keunggulan Susu Herbal: Perpaduan Nutrisi Susu dan Khasiat Rempah Alami
Rata-rata kandungan lemak pada susu sapi murni berada di angka 3-4 gram per 100 ml. Sementara produk susu bubuk full cream ditetapkan dalam rentang 26-42 persen per 100 gram berdasarkan SNI.
Karena itu, muncul anggapan bahwa susu sapi tidak baik dikonsumsi jika ingin mengontrol kadar LDL.
Apa Peran Lemak dalam Susu Sapi?
Lemak susu kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular. Namun, lemak juga memiliki beberapa fungsi penting bagi tubuh.
Lemak dalam makanan membantu penyerapan vitamin larut lemak, yaitu vitamin A, D, E, dan K.
Lemak juga merupakan sumber energi dan berperan dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk mendukung pembentukan membran sel.
Apakah Susu Sapi Menyebabkan Lonjakan Kolesterol?
Topik ini masih menjadi perdebatan di kalangan ahli. Sejak lama, ada anggapan bahwa lemak susu sapi dapat meningkatkan kadar LDL dalam tubuh.
Anggapan tersebut mendorong munculnya produk susu dengan kandungan lemak yang dikurangi atau dihilangkan, seperti susu rendah lemak dan susu skim. Produk susu nabati juga berkembang sebagai alternatif pengganti susu sapi.
Namun, bukti ilmiah terkini menunjukkan bahwa hubungan antara konsumsi susu dan kolesterol lebih kompleks daripada anggapan bahwa semua lemak susu otomatis meningkatkan risiko penyakit jantung.
Sebuah studi yang diterbitkan di The Journal of Nutrition pada tahun 2025 menemukan bahwa orang dewasa muda yang sering mengonsumsi susu penuh lemak memiliki beberapa penanda risiko penyakit jantung yang lebih rendah dibandingkan yang mengonsumsi paling sedikit.
Sebuah uji klinis acak pada 72 orang dewasa dengan sindrom metabolik juga menemukan bahwa konsumsi 3,3 porsi susu penuh lemak per hari selama 12 minggu tidak meningkatkan kolesterol total, LDL, HDL, maupun trigliserida secara signifikan dibandingkan susu rendah lemak atau pola makan yang membatasi susu.
Namun, penelitian ini melibatkan jumlah peserta yang relatif kecil dan dilakukan dalam waktu yang terbatas.
Lemak pada susu sapi juga kompleks. Kandungan lemaknya berbeda dengan lemak dari makanan peningkat kadar kolesterol lain seperti jeroan atau gorengan.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membeli Produk Susu
Lemak dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam memilih susu. Namun, kandungan nutrisi lain seperti gula dan natrium juga tidak kalah penting untuk diperhatikan.
Kandungan gula dan natrium yang tinggi dalam suatu produk susu dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan jika dikonsumsi secara berlebihan.
Karena itu, perhatikan informasi nilai gizi pada label dan pilih produk dengan kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan.
Misalnya jika Anda ingin memilih produk susu tanpa tambahan gula dapat mencoba Ostofit Parvia, susu sapi dengan campuran herbal yang diformulasikan tanpa gula tambahan dan pemanis buatan.
Kesimpulan
Susu sapi mengandung lemak jenuh yang selama ini sering dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara konsumsi susu dan risiko penyakit jantung tidak sesederhana itu.
Dengan demikian, penderita kolesterol tinggi tidak selalu harus menghindari susu sapi atau berhenti minum susu.
Jenis susu, kandungan lemak, jumlah konsumsi, dan pola makan secara keseluruhan tetap perlu diperhatikan.
FAQ Seputar Kaitan Susu dengan Kolesterol
Apakah susu sapi meningkatkan kolesterol?
Susu sapi mengandung lemak jenuh yang dapat berpengaruh terhadap kadar LDL, tetapi pengaruh konsumsi susu terhadap kolesterol tidak sesederhana itu.
Namun, penelitian yang dibahas menunjukkan bahwa konsumsi susu penuh lemak tidak selalu meningkatkan kolesterol secara signifikan.
Apakah penderita kolesterol tinggi boleh minum susu sapi?
Penderita kolesterol tinggi tidak selalu harus menghindari susu sapi. Namun, tetap perlu memperhatikan jenis susu, ukuran porsi, dan pola makan secara keseluruhan.
Apakah susu full cream meningkatkan kolesterol?
Susu full cream mengandung lebih banyak lemak dibandingkan susu rendah lemak atau skim.
Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa susu full cream cenderung tidak menyebabkan peningkatan kolesterol secara signifikan.
Apakah susu rendah lemak lebih baik untuk penderita kolesterol tinggi?
Susu rendah lemak atau skim dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin mengurangi asupan lemak jenuh.
Namun, pilihan susu tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi dan pola makan secara keseluruhan.
Apakah susu sapi lebih buruk daripada susu nabati untuk kolesterol?
Tidak ada satu jenis susu yang otomatis paling baik untuk semua orang.
Susu sapi dan susu nabati memiliki kandungan nutrisi yang berbeda, sehingga pilihan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, komposisi produk, dan pola makan secara keseluruhan.
Penulis: Tim Edukasi Ostofit
Terakhir diperbarui: 13 Oktober 2026
Disclaimer: Konten ini disusun berdasarkan referensi medis terpercaya untuk tujuan edukasi, bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan.
