5 Penyebab Lutut Sakit Saat Sholat dan Cara Mengurangi Nyeri

Orang tua laki-laki melakukan sholat duduk.

Pernahkah Anda merasakan lutut sakit saat sholat? Rasa nyeri muncul ketika berdiri, rukuk, sujud, atau duduk di antara dua sujud. Keluhan ini dapat mengganggu ibadah dan aktivitas sehari-hari.

Penyebab nyeri lutut saat sholat beragam, dapat berupa gerakan berulang, kelemahan otot, keterbatasan gerak, cedera, atau kondisi sendi seperti nyeri patellofemoral dan pengapuran sendi.

Nyeri yang menetap, semakin berat, atau disertai tanda bahaya sebaiknya diperiksa oleh tenaga kesehatan.

Mengapa Lutut Bisa Sakit Saat Sholat?

Gerakan sholat melibatkan berdiri, menekuk lutut, berlutut, duduk, dan bangkit kembali. Pada posisi tertentu, lutut perlu menekuk dan menahan beban tubuh.

Tekukan dalam tidak otomatis menyebabkan kerusakan lutut. Namun, pada orang dengan nyeri patellofemoral, pengapuran sendi, cedera meniskus, atau kelemahan otot, gerakan tersebut dapat memperparah rasa nyeri.

Karena itu, penyebab nyeri lutut saat sholat tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kapan nyeri muncul.

Apa Penyebab Lutut Sakit Saat Sholat?

1. Nyeri Patellofemoral

Nyeri patellofemoral biasanya terasa di bagian depan atau sekitar tempurung lutut. Keluhan dapat memburuk saat jongkok, naik-turun tangga, atau melakukan gerakan transisi dalam sholat.

Kondisi ini dapat berkaitan dengan beban sendi, koordinasi gerak, dan kekuatan otot di sekitar pinggul serta paha.

2. Osteoartritis Lutut

Osteoartritis (pengapuran sendi) lutut merupakan kondisi ketika jaringan dan struktur di dalam sendi mengalami perubahan secara bertahap. Usia, riwayat cedera, berat badan, dan aktivitas dapat memengaruhi risikonya.

Gejalanya dapat berupa nyeri saat menumpu atau menekuk lutut, kaku setelah lama tidak bergerak, dan keterbatasan gerak.

3. Kelemahan atau Kekakuan Otot Paha dan Pinggul

Otot paha, bokong, dan pinggul membantu mengendalikan posisi lutut saat tubuh menurunkan atau menaikkan beban.

Kelemahan atau kekakuan tidak selalu menjadi satu-satunya penyebab lutut sakit saat sholat, tetapi dapat memengaruhi cara lutut menerima beban dan memperburuk nyeri pada sebagian orang.

4. Iritasi atau Cedera Meniskus

Meniskus adalah bantalan jaringan di antara tulang paha dan tulang kering.

Iritasi atau robekan meniskus dapat menyebabkan nyeri saat menekuk, bengkak, rasa tersangkut, bunyi klik, atau lutut sulit diluruskan.

Diagnosis tidak dapat ditegakkan hanya dari gejala dan mungkin memerlukan pemeriksaan medis lebih lanjut.

5. Riwayat Cedera

Cedera akibat jatuh, terkilir, benturan, atau aktivitas olahraga dapat memengaruhi ligamen, meniskus, tulang rawan, atau jaringan sekitar lutut.

Nyeri yang muncul setelah cedera, terutama bila disertai bengkak cepat, bunyi “pop”, rasa tidak stabil, atau sulit menumpu, perlu diperiksa.

Cara Membantu Mengurangi Keluhan Nyeri Lutut

1. Perkuat Otot Secara Bertahap

Latihan penguatan otot paha, bokong, dan pinggul dapat membantu fungsi lutut.

Sebuah studi menemukan bahwa latihan penguatan otot paha depan dan belakang (quadriceps dan hamstring) selama 8 minggu dapat membantu menurunkan nyeri serta kekakuan pada penderita osteoartritis lutut ringan hingga sedang.

Latihan harus disesuaikan dengan kemampuan dan tidak memicu nyeri yang semakin berat. Berikut adalah contohnya:

Contoh ilustrasi penguatan otot paha, bokong, dan pinggul dengan gerakan sit to stand, brigde pose, step down, dan hip abduction.
  • Bangkit dari kursi secara terkontrol: Berdiri dan duduk perlahan tanpa menjatuhkan tubuh.
  • Posisi bridge atau jembatan: Berbaring telentang dengan lutut ditekuk, lalu angkat panggul perlahan dan turunkan kembali.
  • Latihan melangkah turun: Lakukan hanya jika mampu menjaga keseimbangan dan tidak menimbulkan nyeri tajam. Gunakan pijakan rendah atau anak tangga paling bawah.
  • Angkat kaki ke samping: Berbaring miring, angkat kaki bagian atas secara perlahan tanpa memutar badan.

Mulailah dengan jumlah pengulangan yang ringan. Hentikan latihan jika muncul nyeri tajam, bengkak, rasa tidak stabil, mati rasa, atau keluhan yang menetap setelah latihan.

2. Tingkatkan Mobilitas Pergelangan Kaki dan Betis

Keterbatasan gerak pergelangan kaki dapat memengaruhi pola jongkok dan transisi.

Peregangan betis serta latihan mobilitas ringan dapat dicoba bila tidak menimbulkan nyeri. Lakukan secara bertahap dan jangan memaksakan rentang gerak.

3. Menjaga Berat Badan

Berat badan yang berlebih memberikan beban ekstra pada bagian kaki, terutama lutut. Kondisi ini juga membuat Anda sulit bergerak dengan bebas.

Penurunan berat badan secara bertahap dapat membantu mengurangi beban pada lutut. Mulailah mengatur pola makan dan rutin berolahraga.

4. Terapkan Pola Makan Sehat

Pola makan seimbang membantu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi untuk menopang kesehatan tulang, sendi, dan otot.

Utamakan makanan yang mengandung protein, kalsium, vitamin D, lemak sehat, serta antioksidan dan antiinflamasi.

Makanan seperti ikan, kacang-kacangan, sayuran, buah, dan rempah dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera cari pertolongan medis jika nyeri lutut disertai salah satu kondisi berikut:

  • Lutut terasa panas, merah, dan bengkak, terutama jika disertai demam atau tubuh terasa tidak enak badan
  • Tidak dapat menumpu berat badan atau berjalan setelah cedera
  • Lutut berubah bentuk atau membengkak hebat
  • Lutut terkunci dan tidak dapat ditekuk atau diluruskan
  • Lutut berulang kali terasa goyah atau seperti akan lepas
  • Nyeri sangat berat, mati rasa, kesemutan, atau bengkak yang terus memburuk

Pemeriksaan medis diperlukan jika keluhan tidak membaik, sering kambuh, atau mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari seperti sholat.

Pertanyaan Seputar Lutut Sakit Saat Sholat

Apakah lutut sakit saat sholat selalu berarti pengapuran?

Tidak. Lutut sakit saat sholat dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, seperti nyeri patellofemoral, osteoartritis, kelemahan atau kekakuan otot, masalah meniskus, maupun riwayat cedera.

Penyebabnya tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kapan atau pada posisi apa nyeri muncul.

Kenapa lutut terasa nyeri saat sujud?

Posisi sujud melibatkan tekukan lutut dan perubahan beban pada sendi.

Pada sebagian orang, gerakan tersebut dapat memicu atau memperburuk nyeri yang berkaitan dengan kondisi seperti nyeri patellofemoral, osteoartritis, atau masalah pada jaringan di sekitar lutut.

Jika nyeri terus berulang atau semakin berat, sebaiknya periksakan ke tenaga kesehatan.

Kenapa lutut sakit saat berdiri setelah sujud?

Berdiri setelah sujud membutuhkan perubahan posisi dan pembebanan kembali pada lutut.

Nyeri saat melakukan gerakan ini dapat berkaitan dengan masalah pada sendi, otot, atau jaringan di sekitar lutut.

Jika disertai bengkak, rasa tidak stabil, sulit menumpu, atau lutut terkunci, pemeriksaan medis diperlukan.

Apakah latihan dapat membantu mengurangi nyeri lutut?

Latihan penguatan dan aktivitas fisik yang disesuaikan dengan kondisi dapat membantu meningkatkan fungsi dan mengurangi keluhan pada berbagai masalah lutut, termasuk osteoartritis.

Latihan sebaiknya dilakukan secara bertahap dan tidak dipaksakan jika menimbulkan nyeri yang semakin berat atau tanda bahaya.

Kapan sakit lutut harus diperiksakan?

Sebaiknya periksakan diri jika nyeri menetap, sering kambuh, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari.

Pemeriksaan juga diperlukan jika lutut terasa panas dan merah, bengkak berat, sulit menumpu, tidak dapat ditekuk atau diluruskan, atau terasa tidak stabil.

Kesimpulan

Lutut sakit saat sholat dapat terjadi karena gerakan menekuk dan menumpu berat badan, terutama jika ada kelemahan otot, kekakuan, nyeri patellofemoral, osteoartritis, atau riwayat cedera. Namun, penyebab pastinya tidak dapat ditentukan hanya dari posisi atau waktu nyeri muncul.

Latihan penguatan otot secara bertahap, peningkatan mobilitas, pengelolaan berat badan, serta pola makan seimbang dapat membantu mendukung kesehatan lutut. Lakukan aktivitas secara bertahap dan hentikan gerakan yang menimbulkan nyeri tajam.

Segera periksa diri jika nyeri disertai bengkak hebat, lutut terkunci, sulit menumpu berat badan, rasa goyah, atau muncul setelah cedera. Jika keluhan menetap dan mengganggu sholat maupun aktivitas sehari-hari, konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis untuk mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.

Penulis: Tim Edukasi Ostofit
Terakhir diperbarui: 26 September 2026
Disclaimer: Konten ini disusun berdasarkan referensi medis terpercaya untuk tujuan edukasi, bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan.