DAFTAR ISI
Lutut bunyi saat ditekuk atau diluruskan cukup umum terjadi, misalnya ketika naik tangga, berdiri dari posisi duduk, jongkok, atau berolahraga. Bunyi dapat terdengar seperti krek, klik, atau gemeretak.
Pada banyak kasus, lutut berbunyi tidak berbahaya. Kondisi ini tidak selalu berarti ada kerusakan pada sendi, terutama jika tidak disertai nyeri, bengkak, kaku, atau keterbatasan gerak.
Namun, jika bunyi muncul bersama keluhan lain atau setelah cedera, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan masalah pada struktur lutut, termasuk masalah pada meniskus dan osteoartritis (pengapuran sendi).
Apakah Lutut Bunyi Saat Ditekuk Itu Normal?
Lutut yang berbunyi saat ditekuk atau diluruskan bisa merupakan hal yang normal. Bunyi atau sensasi seperti ini disebut krepitasi (crepitus).
Bunyi dapat muncul akibat perubahan tekanan di dalam sendi atau pergerakan tendon dan jaringan lunak di sekitar lutut.
Krepitasi dapat berupa:
- Bunyi krek atau gemeretak
- Bunyi klik
- Bunyi letupan atau “pop”
- Sensasi bergesekan saat lutut digerakkan
Jadi, bunyi lutut saja tidak cukup untuk menunjukkan bahwa sendi mengalami kerusakan atau pengapuran.
Yang lebih penting adalah memperhatikan apakah bunyi tersebut disertai gejala lain.
Nyeri, bengkak, kekakuan, lutut terasa tidak stabil, gerakan yang terbatas, atau kesulitan berjalan merupakan tanda yang lebih perlu diperhatikan.
Penyebab Lutut Bunyi Saat Ditekuk atau Diluruskan
Menurut Plano Orthopedic & Sports Medicine Center, bunyi pada lutut bisa disebabkan oleh beberapa kondisi, mulai dari perubahan yang normal hingga perubahan pada struktur sendi.
1. Perubahan tekanan dan gelembung gas dalam sendi
Sendi lutut memiliki cairan sinovial yang membantu mengurangi gesekan dan mendukung pergerakan sendi. Perubahan tekanan ketika lutut bergerak dapat menghasilkan bunyi klik atau letupan kecil.
Kondisi seperti ini dapat terjadi tanpa adanya masalah serius pada lutut.
2. Pergerakan tendon atau jaringan lunak
Tendon dan jaringan lunak di sekitar lutut dapat bergeser ketika sendi ditekuk atau diluruskan. Pergerakan tersebut terkadang menghasilkan suara klik atau krek.
Jika tidak disertai nyeri atau gangguan fungsi, bunyi akibat pergerakan jaringan di sekitar sendi umumnya tidak menunjukkan kondisi yang serius.
3. Masalah pada Struktur Lutut
Bunyi lutut yang disertai nyeri, bengkak parah, rasa tersangkut, lutut terkunci, atau rasa tidak stabil dapat berkaitan dengan masalah struktur di dalam atau sekitar sendi, seperti:
- Cedera meniskus
- Osteoartritis (pengapuran sendi)
- Nyeri patellofemoral
- Cedera ligamen atau jaringan lunak lainnya
Meniskus merupakan jaringan berbentuk bantalan di dalam sendi lutut. Cedera pada struktur ini dapat menyebabkan nyeri, bengkak, bunyi klik, atau kesulitan meluruskan lutut.
Nyeri patellofemoral biasanya terasa di bagian depan lutut atau sekitar tempurung dan dapat memburuk saat berlari, jongkok, naik-turun tangga, atau duduk lama dengan lutut menekuk.
Apakah Lutut Bunyi Merupakan Tanda Pengapuran?
Tidak selalu.
Lutut bunyi dapat terjadi tanpa osteoartritis. Sebaliknya, pada orang dengan osteoartritis, bunyi atau krepitasi dapat menjadi salah satu gejala yang menyertai kondisi tersebut.
Penelitian memang menemukan hubungan antara krepitasi dan osteoartritis pada sebagian orang. Namun, krepitasi tidak otomatis berarti seseorang mengalami pengapuran sendi.
Penelitian lain pada pasien osteoartritis menemukan bahwa krepitasi tidak berkaitan dengan penurunan kekuatan lutut atau fungsi objektif secara signifikan.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa bunyi pada lutut tidak cukup untuk menggambarkan kekuatan atau fungsi lutut seseorang.
Kapan Lutut Bunyi Perlu Diperiksakan?
Lutut bunyi lebih perlu diperhatikan jika disertai salah satu atau beberapa kondisi berikut:
- Nyeri yang menetap atau semakin berat
- Bengkak pada lutut
- Lutut terasa kaku dan mengganggu aktivitas
- Gerakan lutut menjadi terbatas
- Lutut terasa tidak stabil atau seperti akan terlepas
- Lutut terasa terkunci saat bergerak
- Sulit berjalan atau menumpu berat badan
- Bunyi dan keluhan muncul setelah cedera
Jika bunyi lutut hanya muncul sesekali tanpa nyeri, bengkak, atau gangguan gerak, biasanya tidak perlu langsung dianggap sebagai tanda penyakit.
Segera cari pertolongan jika keluhan lutut disertai dengan bengkak parah, demam, atau tidak dapat digunakan untuk menumpu berat badan.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Lutut Bunyi?
Jika lutut bunyi saat ditekuk tanpa keluhan lain, tidak selalu diperlukan tindakan khusus untuk menghilangkan bunyi tersebut.
Sebaliknya, jika bunyi disertai nyeri atau gangguan fungsi, penyebabnya perlu diketahui terlebih dahulu. Penanganannya bergantung pada kondisi yang mendasarinya.
Cara Menjaga Kesehatan Lutut
Jaga kesehatan lutut dan fungsi sendi dengan kiat-kiat berikut ini:
- Tetap aktif secara fisik
- Lakukan latihan penguatan bagian kaki/lutut
- Menjaga berat badan dalam rentang sehat
- Hindari aktivitas yang menimbulkan nyeri berlebihan
- Penuhi asupan nutrisi seperti kalsium, protein, vitamin D, dan zat gizi lain
- Periksakan diri jika muncul nyeri atau gejala lain yang menetap
Untuk memenuhi nutrisi harian, Anda dapat membaca rekomendasi makanan yang baik dikonsumsi penderita pengapuran sendi.
Pada pasien dengan osteoartritis lutut, olahraga merupakan bagian penting dari penanganan. Pengelolaan berat badan juga direkomendasikan bagi mereka yang mengalami kelebihan berat badan dan obesitas.
FAQ Seputar Bunyi pada Lutut
Apakah lutut bunyi saat ditekuk itu normal?
Bisa normal. Lutut bunyi saat ditekuk atau diluruskan dapat terjadi akibat perubahan tekanan dalam sendi atau pergerakan tendon dan jaringan lunak.
Jika tidak disertai nyeri, bengkak, kekakuan, atau keterbatasan gerak, bunyi tersebut tidak selalu menunjukkan masalah serius.
Kenapa lutut berbunyi saat ditekuk dan diluruskan?
Penyebabnya dapat berupa perubahan tekanan dan gas di dalam cairan sendi, pergerakan tendon atau jaringan lunak, maupun perubahan pada struktur lutut.
Pada sebagian orang, krepitasi juga dapat ditemukan bersama pengapuran sendi atau masalah lutut lainnya.
Apakah bunyi pada lutut merupakan tanda pengapuran?
Tidak selalu. Bunyi lutut saja tidak cukup untuk memastikan seseorang mengalami pengapuran sendi.
Diagnosis oleh dokter diperlukan untuk mengetahui secara pasti apakah Anda mengalami pengapuran atau tidak.
Apakah lutut bunyi berbahaya?
Umumnya bunyi pada lutut tanpa nyeri atau gejala lain tidak perlu langsung dianggap sebagai kondisi berbahaya.
Pada pasien osteoartritis, krepitasi saja tidak cukup untuk menilai kekuatan atau fungsi lutut.
Penilaian harus mempertimbangkan nyeri, kemampuan bergerak, pemeriksaan fisik, dan gejala lain.
Kapan lutut bunyi perlu diperiksakan?
Periksakan lutut jika bunyi disertai nyeri yang menetap atau semakin berat, bengkak, kekakuan, keterbatasan gerak, lutut terasa tidak stabil atau terkunci, kesulitan berjalan, atau muncul setelah cedera.
Apakah lutut bunyi bisa hilang?
Bisa berubah atau berkurang tergantung penyebabnya, tetapi bunyi lutut tanpa gejala lain tidak selalu perlu dihilangkan.
Jika bunyi disertai nyeri atau gangguan fungsi, yang lebih penting adalah mengetahui dan menangani penyebabnya.
Apa yang harus dilakukan jika lutut bunyi dan sakit?
Lutut yang berbunyi sekaligus terasa sakit sebaiknya diperiksa untuk mengetahui penyebabnya. Penanganan bergantung pada kondisi yang mendasarinya.
Pada osteoartritis lutut yang telah terdiagnosis, latihan fisik merupakan salah satu bagian penting dalam penanganan.
Apakah olahraga boleh dilakukan saat lutut bunyi?
Boleh jika aktivitas tidak menimbulkan nyeri atau bengkak.
Lakukan secara bertahap dan pilih latihan sesuai kemampuan. Jika sudah mengalami osteoartritis atau memiliki riwayat cedera, konsultasikan program latihan kepada tenaga kesehatan.
Kesimpulan
Lutut bunyi saat ditekuk atau diluruskan tidak selalu berbahaya. Bunyi tersebut, yang dikenal sebagai krepitasi, dapat terjadi karena perubahan tekanan dalam sendi atau pergerakan tendon dan jaringan lunak.
Bunyi lutut juga dapat ditemukan pada kondisi seperti osteoartritis atau masalah struktur lutut lainnya. Karena itu, yang perlu diperhatikan bukan hanya bunyinya, tetapi juga apakah terdapat nyeri, bengkak, kekakuan, keterbatasan gerak, ketidakstabilan, atau keluhan setelah cedera.
Jika lutut berbunyi tanpa gejala lain, biasanya tidak perlu panik. Namun, bila bunyi disertai keluhan yang menetap atau mengganggu aktivitas, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui penyebabnya.
Penulis: Tim Edukasi Ostofit
Terakhir diperbarui: 25 September 2026
Disclaimer: Konten ini disusun berdasarkan referensi medis terpercaya untuk tujuan edukasi, bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan.
