DAFTAR ISI
Sebagian besar perempuan mengalami menopause pada usia 45-55 tahun. Menopause adalah masa berhentinya siklus menstruasi (haid) secara permanen yang menandai berakhirnya fase kesuburan.
Pada masa ini, kadar estrogen menurun secara alami. Perubahan hormonal tersebut, bersama penuaan dan faktor gaya hidup, dapat memengaruhi risiko osteoartritis atau pengapuran sendi pada sebagian perempuan.
Studi global menemukan bahwa jumlah kasus baru pengapuran sendi pada perempuan pasca-menopause berusia 55 tahun ke atas meningkat hingga 133 persen dari 1990 hingga 2021.
Pengapuran sendi tidak dapat sepenuhnya dicegah oleh satu langkah tertentu. Namun, menjaga berat badan, tetap aktif, memperkuat otot, dan melindungi sendi dapat membantu mengurangi risiko serta memperlambat munculnya gejala.
Apakah Menopause Meningkatkan Risiko Pengapuran Sendi?
Selama masa reproduksi, estrogen berperan dalam mendukung keseimbangan jaringan sendi.
Setelah menopause, kadar estrogen menurun. Perubahan ini diduga dapat memengaruhi berbagai proses yang berkaitan dengan jaringan sendi dan peradangan pada tubuh.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penurunan estrogen setelah menopause mungkin berkontribusi terhadap peningkatan risiko dan perkembangan osteoartritis pada sebagian perempuan.
Namun, menopause bukan satu-satunya penyebab dan tidak semua perempuan pasca menopause pasti mengalami pengapuran sendi.
Faktor Lain yang Meningkatkan Risiko Pengapuran Sendi
Selain menopause, beberapa faktor berikut juga dapat meningkatkan risiko:
- Usia yang bertambah
- Kurangnya aktivitas fisik
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Riwayat cedera sendi, terutama bagian lutut
- Riwayat keluarga dengan penyakit pengapuran sendi
Cara Mencegah Pengapuran Sendi Setelah Menopause
1. Jaga Berat Badan dalam Rentang Sehat
Berat badan berlebih dapat menambah beban pada bagian lutut, panggul, dan tulang belakang.
Sebuah tinjauan penelitian pada tahun 2015 menemukan bahwa kelebihan berat badan atau obesitas meningkatkan risiko terkena pengapuran sendi.
Jika mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan secara bertahap dapat membantu mengurangi beban pada sendi penumpu.
Pola makan bergizi seimbang dan aktivitas fisik teratur dapat menjadi bagian dari upaya menjaga berat badan dan kesehatan sendi.
2. Tetap Aktif dan Lakukan Latihan Penguatan
Aktivitas fisik yang konsisten dan latihan penguatan dapat membantu memperbaiki postur tubuh, meningkatkan fleksibilitas sendi dan memeprtahankan kekuatan otot.
Perempuan yang sudah mengalami menopause dianjurkan untuk tetap aktif dan melatih otot bagian paha, bokong, dan panggul. Pilihan aktivitas atau latihan yang bisa dipertimbangkan:
- Berjalan kaki
- Bersepeda
- Berenang
- Aerobik
- Gym
Cek apa saja latihan yang dapat membantu meredakan nyeri lutut akibat pengapuran sendi: Latihan untuk Pengapuran Sendi.
Mulailah secara bertahap dan jangan memaksakan diri. Jika muncul keluhan seperti nyeri, bengkak, atau rasa tidak nyaman pada sendi, hentikan aktivitas dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan.
3. Terapkan Pola Makan Bergizi Seimbang
Tidak ada satu makanan yang dapat mencegah pengapuran sendi. Namun, pola makan bergizi seimbang dapat membantu mendukung kesehatan persendian.
Makanan yang perlu Anda prioritaskan:
- Protein berkualitas seperti ikan, telur, kacang-kacangan
- Sayur dan buah dengan beragam warna
- Nasi merah, oat, atau kentang yang mengandung karbohidrat kompleks
- Lemak sehat yang bersumber dari minyak zaitun, alpukat, dan ikan
4. Kenali Keluhan Sendi Sejak Dini
Perhatikan gejala seperti nyeri yang menetap, kekakuan pagi hari, pembengkakan, bunyi atau sensasi bergesekan, serta keterbatasan gerak.
Keluhan seperti bunyi krek pada lutut cukup umum terjadi, dan tidak berarti bahwa Anda mengalami pengapuran sendi.
Mengenali keluhan sejak dini dapat membantu Anda mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai, terutama jika keluhan menetap atau mengganggu aktivitas.
FAQ Seputar Pengapuran Sendi pada Perempuan
Apakah semua perempuan pasti mengalami pengapuran sendi setelah menopause?
Tidak. Menopause dapat meningkatkan risiko pada sebagian perempuan, tetapi tidak semua akan mengalami pengapuran sendi.
Apakah estrogen menyebabkan pengapuran sendi?
Tidak sesederhana itu.
Penurunan estrogen setelah menopause diduga dapat memengaruhi beberapa proses pada jaringan sendi dan mungkin berkontribusi terhadap perkembangan pengapuran sendi.
Namun, pengapuran sendi dipengaruhi oleh banyak faktor lain seperti usia, berat badan, riwayat cedera, dan faktor lainnya.
Apakah menurunkan berat badan dapat membantu?
Jika mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, penurunan berat badan secara bertahap dapat membantu mengurangi beban pada sendi penumpu.
Pada orang yang sudah mengalami osteoartritis lutut atau panggul, penurunan berat badan juga dapat membantu mengurangi nyeri dan memperbaiki fungsi sendi.
Apakah olahraga memperparah pengapuran sendi?
Aktivitas fisik yang sesuai justru penting untuk menjaga fungsi sendi dan kekuatan otot. Pilih aktivitas bertahap dan hindari gerakan yang menimbulkan nyeri tajam.
Apakah makanan tertentu dapat mencegah pengapuran sendi?
Tidak ada satu makanan yang terbukti mencegah pengapuran sendi.
Pola makan yang seimbang membantu tubuh mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan.
Kesimpulan
Risiko pengapuran sendi pada perempuan dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk bertambahnya usia, berat badan, riwayat cedera, dan perubahan hormonal setelah menopause.
Pencegahan tidak berfokus pada satu makanan atau suplemen, melainkan pada pola hidup menyeluruh: menjaga berat badan sehat, tetap aktif, memperkuat otot, melindungi sendi, serta mengenali keluhan sejak dini.
Jika nyeri sendi menetap atau mengganggu aktivitas, konsultasikan dengan dokter atau fisioterapis.
Penulis: Tim Edukasi Ostofit
Terakhir diperbarui: 3 Oktober 2026
Disclaimer: Konten ini disusun berdasarkan referensi medis terpercaya untuk tujuan edukasi, bukan pengganti saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan dokter untuk diagnosis dan pengobatan.
